Headlines News :

Pendaftaran Siswa Baru YPRU Guyangan 2011

Written By Santri Undertracker on Sabtu, 30 April 2011 | 04.01

Pendaftaran Siswa Baru YPRU Guyangan 2011
Pendaftaran Siswa Baru YPRU Guyangan 2011 - Persyaratan pendaftaran Peserta Didik Baru TK/MI/MTs/MDPA/MA Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil Pati

Persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta didik baru adalah sebagai berikut:
  1. Mengisi formulir pendaftaran
  2. Menyerahkan photocopy STTB/Ijazah MTs/SLTP yang telah dilegalisir (masing-masing rangkap 2) dan photocopy KK bagi yang masuk MDPA/MA
  3. Menyerahkan photocopy STTB/Ijazah MI/SD yang dilegalisir (masing-masing rangkap 2) dan photocopy bagi yang masuk MTs
  4. Menyerahkan photocopy Surat Kelahiran/Akte kelahiran bagi yang masuk tingkat TK/MI/MTs/MDPA/MA
  5. Menunjukkan buku raport asli bagi yang masuk MTs/MDPA/MA
  6. Menyerahkan pas Foto hitam putim 3x4 sebanyak 4 lembar dengan ketentuan putra pakai peci dan putri pakai jilbab (untuk semua tingkatan)
  7. Seluruh Administrasi Pendaftaran dimasukkan dalam stofmap kuning untuk MA, biru untuk MDPA dan hijau untuk MTs serta merah untuk MI
  8. Sanggup mentaati semua peraturan dan tata tertib Yayasan Pendidikan Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil Pati
  9. Sanggup membayar;
*) Syahriah bulan RAJAB
**) Infaq Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil Pati

Waktu dan Tempat Pendaftaran
  • Pendaftaran dibuka mulai 5 Juni – 9 Juli 2011
  • Pada hari kerja jam 08.00 – 14.00 WIB
Tempat  :
  • Ruang Perpustakaan Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil Pati
  • Telp: 0295 471701
Ujian Masuk MTs/MA (tertulis dan lisan) jadwal menyusul
Keterangan lebih lanjut bisa diperoleh di tempat pendaftaran

Biaya Pendidikan selama di Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan:
  • Tingkat MI Raudlatul Ulum           : Gratis selama masih ada BOS
  • Tingkat MTs Raudlatul Ulum        : Gratis selama masih ada BOS
  • Tingkat MDPA Raudlatul Ulum   : Rp. 55.000 / bulan
  • Tingkat MA Raudlatul Ulum         : Rp. 60.000 / bulan
Sumber : ypruguyangan.com

Beasiswa Perguruan Tinggi Pemerintah

Written By Santri Undertracker on Selasa, 26 April 2011 | 22.01

Beasiswa Perguruan Tinggi pemerintah
Beasiswa Perguruan Tinggi Pemerintah - Masih bingung cari tempat kuliah yang pas dengan harapan dan keinginan temen-temen? Bingung biaya kuliah yang saat ini selangit?

Nah kali ini kami menyalurkan informasi tentang beberapa tempat kuliah yang bisa jadi alternatif dari beberapa Perguruan Tinggi yang ada. Dimungkinkan jika kalian bisa masuk ke salah satu Perguruan Tinggi di bawah ini kesempatan untuk langsung mengisi jabatan di pemerintahan sangat terbuka peluangnya.

Nah tunggu apalagi sesegera mungkin kalian putuskan untuk memilih masa depan kalian dan gapai cita-cita semaksimal mungkin.
  1. STIS – di bawah Badan Pusat Statistik, pendaftaran online (4 april s.d. 20 Mei 2011 di http://www.stis.ac.id). Lokasi kuliah Jakarta
  2. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id
  3. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo), pendaftaran online (21 Februari s.d. 11 Agustus 2011 di http://www.mmtc.ac.id). Lokasi kuliah di Yogyakarta
  4. STSN – Sekolah Tinggi Sandi Negara – di bawah Lembaga sandi Negara, pendaftaran online di http://www.stsn-nci.ac.id Lokasi kuliah di Bogor
  5. STKS – Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial di bawah Kementerian Sosial RI. Pendaftaran offline di Kemenkes RI, Bandung, Yogyakarta, Padang, Banjarmasin, Makassar, Jayapura, Palu. Info di http://www.stks.ac.id
  6. STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI. Pendaftaran online di http://www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta
  7. IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI. Pendaftaran offline di Bagian Kepegawaian Daerah Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. Lokasi kuliah Jakarta, Pekanbaru, Manado, Bukittinggi, Makassar.
  8. AKIP – Akademi Ilmu Permasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran online di http://www.depkumham.go.id atau http://www.ecpns-kemenkumham.go.id Lokasi kuliah di Depok.
  9. STTT – Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil di bawah Kementerian Perindustrian RI bekerja sama dengan Pemerintah Jerman. Pendaftaran offline langsung ke kampus STTT. Info di http://www.stttekstil.ac.id Lokasi kuliah di Bandung.
  10. AMG – Akademi Meteorologi dan Geofisika di bawah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), info di http://amg.ac.id/ Lokasi kuliah di Bintaro, Tangerang.
  11. ATK – Akademi Teknologi Kulit di bawah Departemen Perindustrian RI. Pendaftaran online di http://www.atk.ac.id lokasi kuliah di Yogyakarta.
  12. STTD – Sekolah Tinggi Transportasi Darat di bawah Kementerian Perhubungan RI. Pendaftaran offline di ATKP Medan Jl. Penerbangan no. 85 Padang Bulan, dan berbagai lokasi lain di Indonesia. Info di http://www.sttdbekasi.ac.id Lokasi kuliah di Bekasi, Jawa Barat.
  13. STAN – Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (Rekor MURI) di bawah Kementerian Keuangan RI. Spesialisasi Akuntansi, Pajak, Bea Cukai, PPLN, PBB, dan Kebendaharaan Negara. Info : http://www.stan.ac.id
Silakan lihat informasi satu persatu sesuai dengan minat dan impian teman-teman semua, konsultasikan kepada orangtua, dan perbanyak do’a. Anda yang memilih, Anda yang menentukan. Mari kita songsong masa depan yang lebih baik.

Cerpen : Pintu Daging

Written By Santri Undertracker on Minggu, 24 April 2011 | 07.34

Oleh : Habib Asfiya Jauhari*

Didepanku hanya ada pintu. Ya, pintu-pintu kulit yang tersamar atas baja-baja yang berjajar di depan, belakang, kanan, kiri, atas dan bawah dari tubuh ringkih seorang aku. Aku berada ditengah pintu. Ah, tidak. Aku berada di dalam pintu-pintu. Daging-daging itu membelengguku. Seakan tidak memberiku ruang untuk sekedar buang angin di depannya.

Dari awal aku sadar. Banyak pintu yang menghadang, tapi mereka bukan tembok. Hanya pintu, itu saja. Tidak ada yang aneh dengan pintu-pintu itu. Mereka semua mempunyai gagang dan lubang kunci dengan kunci yang masih menusuk di lubangnya. Aku masih sadar untuk melihat pintu-pintu itu berkeliaran mengelilingiku dan berputar-putar, tetapi akan berhenti, bila aku berhenti berpikir tentang pintu-pintu itu. Saat ini pun aku masih sadar, bahwa itu hanya pintu.

Aku masih diam didepan sebuah pintu. Bagaimana pintu itu berdiri? Bagaimana pintu itu ada? Bagaimana pintu itu disana? Mengapa pintu itu bentuknya begitu? Siapa yang membuat pintu itu? Apa bahan pembentuknya? Siapa yang membeli kayunya? Siapa yang membeli kuncinya? Oh, masih banyak pertanyaan yang memutar secepat putaran pintu-pintu dikepalaku. Pertanyaannya masih seputar pintu dan pintu saja. Aku bahkan lupa untuk memikirkan diriku sendiri. Seakan terbawa euphoria pintu yang berada didepanku, atau mungkin latah terbawa pintu. Apakah itu pintu? Bahkan aku tak berani untuk menyentuhnya.

Aku, yang miskin dan fakir dikuadratkan, masih tetap diam. Di sana ada istriku. Di sana ada anak-anakku. Di sana ada sepiring nasi putih bersama sepotong tahu putih yang telah masak. Di sana, di seberang pintu-pintu ini, ada mereka, mereka, itu, itu dan banyak itu. Aku semakin larut dalam pikiran tentang pintu. Pikiranku masih berjalan, tetapi mulutku kelu, mau mengeja apa lagi untuk sebuah kata agar terluncur diri katupan kedua bibirku.

Aku melihat semuanya. Tidak ada satir sama sekali didepan pandanganku. Bahkan aku bisa mendengar rengek anakku dan bisa melihat wajah sendu istriku. Bukan sekedar basa-basi aku melihat. Aku sungguh bisa melihat dan bisa mendengar apapun disekelilingku. Tidak ada halangan, aral dan rintangan kecuali hanya pintu-pintu daging yang masih tetap kokoh berdiri di sekitarku dan dalam jiwaku.

Dipan kayu tempat anakku menggelayut dalam dekapan ibunya berderak. Aku masih terkurung, melihat kedua makhluk yang aku cintai itu berdiri, sedikit memandangku, dan kemudian pergi entah kemana. Yang pasti mereka melewati pintu kayu yang aku beli di deretan lapak tukang kayu sepanjang jalan yang dulu pernah aku lewati. Pintu itu juga berderak kemudian bergerak berlawanan arah jarum jam, lalu berkeadaan seperti semula lagi.

Kursi kayu tempat aku duduk sekarang semakin sempit dan sepertinya juga mengecil. Walaupun aku di tengah ruangan, aku merasa terpojok sendirian di kolong langit paling gelap sejagad. Hanya ada aku, aku, aku dan pintu-pintu daging yang masih segar menyumbat seluruh aliran darahku, juga kursiku.
Otakku masih berpikir, eh, atau hanya aku yang berpikir? Otakku sudah berlari tunggang-langgang sebelum kehadiran pintu-pintu itu. Sekarang hanya aku yang berpikir tentang pintu daging segar. Mengapa ada di sana? Di depan pelupuk mataku.

Berseberangan dengan inginku, pintu daging segar itu menatapku tajam. Bulu mata mereka adalah anak panah dengan maha racun yang entah di peroleh dari jaman Singosari atau Majapahit. Namun racun itu belum sampai membunuhku. Maha racun itu masih terhalang oleh baja yang masih melekat pada masing-masing pintu.

Aku tak dapat berpikir lagi. Mungkinkah pikiranku juga ikut-ikutan lari meninggalkanku? Tetapi mataku masih terpejam, masih takut melihat daging yang berperan menjadi pintu itu. Mulutku terkatup, dan telingaku pun sudah merasa takut untuk mendengar suara apapun dari pintu. Hidungku saja yang masih aktif melakukan tugasnya mengabdi pada diriku, walaupun aku sendiri sudah mencoba menutup segala kehidupan dalam diriku. Aku pasrah dengan apapun. Semua organ tubuhku apatis, tidak ada yang mempunyai ide jalan keluar dan tidak ada yang berani keluar.

Tetap diam bukan merupakan jalan terbaik, tapi itu tetap kulakukan sejak pintu-pintu itu datang ke rumahku. Anak istriku takut karenanya. Apalagi aku yang sekarang menjadi menu santapan empuk tersaji didepan mereka. Bahkan untuk menyantapku, mereka tak perlu menggunakan gigi, sekali telan sudah cukup.

Aku masih terpojok, menatap gelap selaput mataku, sedari tadi. Tapi aku mulai kehilangan kesadaran. Aku berteriak, “Keluar!!!”. Aku tak sadar, mataku terbuka, aku dapat mendengar suaraku sendiri. Satu pintu didepanku seketika rubuh tanpa ada komando. Yang aku rasakan adalah pukulan setai burung merpati diantara gemuruh gelombang sakit dalam diriku sendiri. Tiada darah yang mau keluar dari tubuhku. Mungkin mereka malu mempunyai tuan seperti aku. Mereka ada nekat mengintip dibawah tirai kulitku yang tipis. Merekapun tak kalah malu dengan saudara mereka yang masih di dalam aliran. Yang mengintip segera menyembunyikan identitasnya dengan merubah diri menjadi kebiruan.

Terlihat perubahan warna pada permukaan pintu-pintu daging segar itu. Semula masih segar memerah, sekarang menghitam menyesuaikan kulit luar yang mereka sandang. Bahkan salah satunya telah menghantamku. Tidak ada make-up rekayasa dalam adegan hidupku ini.

Aku tahu, kepala mereka kosong seperti perut bedug. Semakin dipukul, akan semakin keras bunyinya. Pemukul itu segera kubuang jauh sekali. Bahkan aku tak dapat melihatnya lagi. Aku bersujud, menempelkan dahi kehormatanku di tanah kotor dekat sepatu-sepatu mengkilat pintu depan mukaku. Telah bulat kuputuskan akan menyimpan sendiri gelombang dukaku dilaut jiwaku melalui birunya pipiku akibat bekas tamparan sebuah palang pintu. Tidak ada kata mengaduh keluar seteriak tadi aku menyuruh mereka keluar.

Terhina adalah sebuah keniscayaan untukku saat ini. Aku ingin segera menyingkirkan pintu-pintu ini, bagaimanapun caranya. Terlampau lelah aku menghadapi mereka selama ini. Atau mungkin menyingkirkan diriku akan lebih mudah.

“Brak…”, pintu kayu rumahku ditendang orang dari luar. Aku merasa telah menjadi magnet luar biasa bagi tetanggaku. Mereka menyemut di depan gubukku, menantang garang sang debt collector. Seketika semua pintu terbuka, mereka lari. Istri dan anakku melayang menghampiriku dengan tetesan air mata.
Kini aku sadar kembali, besok atau lusa mereka akan datang lagi, dan aku akan mati.
.................................................
_____________________
*Habib Asfiya Jauhari, Alumni Pesantren Raudlatul ‘Ulum Guyangan Trangkil Pati Jawa Tengah Angkatan 2008. Kini kuliah di Jurusan Akuntansi Pemerintahan STAN.

Wisudawati MA Raudlatul Ulum 2009








Untuk melihat lebih jelas Klik image atau klik kanan - view image

Surat Untuk Kalian ; Arjuna Melejit Lebihi Cahaya

Oleh : Fika Fauzi*

Salam .......
Aku mencoba mengingat-ingat apa saja yang dapat kuambil dari ingatanku yang semrawut ini. Tentunya ini tentang kalian, kawan. Cukup sulit menuliskan kata yang ada dalam batok kepalaku ini. Kadang apa yang ada dalam dunia pikiran kita, sulit untuk dibahasakan, dan bahasa juga tidak bisa menjaadi wakil yang dapat dikatakan baik untuk apa yang kita rasa dan kita pikirkan.
 
Walaupun begitu, tetap kucoba utarakan apa yang kira-kira sedang menyeruak di pikiranku ini. Kala itu tiba waktunya peringatan haul K.H Suyuthi AQ, pendiri madrasahku dan kawan-kawan tercinta atau kalau agak berlebihan dengan kata tercinta maka bolehlah kukatakan kawan-kawanku yang senantiasa membekas di hati. Ibaratya mereka masih mampu meradiasikan gelombang elektromagnetik masing-masing terhadap diriku sendiri meski mereka nan jauh dariku.
 
Aku ingat betul, kawan. Mungkin kalian juga mengingatnya, karena hal itu tak pantas dilupakan begitu saja, bukan? Sore itu, kita bersiap-siap untuk sebuah pagelaran drama jalan santai dalam bungkus karnaval. Persiapan apa yang kiranya kita butuhkan sudah kita antisipasi sebelumnya. Usaha telah tercapai separo, waktu itu. Karena yang separo akan kita selesaikan setelah itu. Dalam usaha separo pertama, kita agak mengalami kesulitan dalam penentuan konsep apa yang akan kita pakai, namun itu toh dapat kita lalui dengan baik. Dibalik itu ada sebuah rasa yang mendalangi semua usaha kita ini. Ya, itu lah kebersamaan kita, ke inklusif-an kita dan juga kerja sama kita.
 
Sebentar, kawan, beri aku jeda untuk sekedar tersenyum dan selanjutnya tertawa mengingat semua yang terjadi waktu itu. Hampir saja kita menyerah pada awal start mulai jalan. Semisal mobil, kita sudah terseok-seok hampir mogok dan bubar tak mau meneruskan jalan. Bukan apa-apa, hanya keadaan kita yang mengusung tema tradisional kala itu( berdandan mirip suku pedalaman dengan membunyikan bunyi-bunyian seadanya) diapit oleh dua klompok yang mengunakan marching band, sehingga kita kalah dalam suara. Namun dalam keadaan sekritis itu kita mampu bangkit. Tentu saja dengan ke bersamaan dan kerja sama kita. Sehingga kita mampu melejit melampaui kedua kelompok yang mengapit kita, bahkan melampaui cahaya sekalipun.
 
Kita bagaikan elektron cooper pairs, kawan! Partikel komposit, begitu para ahli ilmu fisika menyebutnya. Partikel yang akibat dari efek statistikal fisik atau efek kebersamaan, mampu melejit melampaui cahaya. Mereka adalah elektron-elektron seperti pada umumnya namun mereka berkumpul bersama membentuk kekuatan baru. Uniknya mereka saling ‘memahami’ satu sama lain, saling menukar spin (putaran) mereka untuk mendapatkan nilai momentum, misalnya, yang tepat agar bisa melejit cepat. Bahkan ada yang ‘ngalah’ untuk tak menggunakan energinya, sehingga tak ada egoisme di dalam partikel ini. Tentunya agar tercapai kekuatan baru yang mampu melebihi batas kecepatan yang dulunya pernah dilarang oleh Einstein.
 
Itulah kira-kira gambaran kita pada waktu itu. Seperti elektron cooper pairs, yang meskipun kecil mampu mempengaruhi keadaan fisik dari materi yang mengandung elekton tersebut. Kita mampu mempengaruhi euforia materi yang mengandung kita, yaitu madrasah YPRU kita.
 
Materi yang mengandung elektron unik ini mempunyai sifat fisik paling dicari-cari abad ini. Yaitu materi yang mempunyai nilai hambatan sama dengan nol yang menjadi bahan dasar chip superkomputer. Dikarenakan tadi, elektron cooper pairs yang berkecepatan melebihi cahaya mampu mengalirkan muatan-muatan listrik tanpa halangan samasekali. Orang fisika jamak menyebutnya sebagai superkoduktor, penghantar listrik super. Kalau dulu mbah Rodjo bilang setiap konduktor pasti mempunyai nilai hambatan, ini karena elektron2 yang membawa muatan listrik, ‘bekerja bersama-sama’ bukan bekerja sama sehingga tak ada kekompakan seperti elektron cooper pairs. Mereka melejit dengan kecepatan masing-masing sehingga sering terjadi tabrakan antar elektron. Inilah yang akhirnya menimbulkan panas pada konduktor, dan ini juga yang dinamakan hambatan konduktor. Dalam superkonduktor tak ada panas disana.
 
Dan kita, semoga tak ada ‘panas’ juga diantara kita. Yang ada hanya kekeluargaan....dan semoga kita bisa membuat unik almamater kita laiknya sang elektron cooper pairs yang mewarnai materinya(superkonduktor) dengan ‘warna’ yang istimewa.......
Salam ........
________
*Fika Fauzi, Alumni Pesantren Raudlatul ‘Ulum Guyangan Trangkil Pati Jawa Tengah Angkatan 2009. Kini kuliah di Jurusan Fisika UGM.

Program Beasiswa CIMB NIAGA 2011

Written By Santri Undertracker on Jumat, 22 April 2011 | 03.21

Program Beasiswa CIMB NIAGA 2011
Program Beasiswa CIMB NIAGA 2011 - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) bersama CIMB Group, pemegang saham mayoritas CIMB Niaga di Malaysia, menyelenggarakan Program Beasiswa CIMB Niaga yang diberikan kepada para pelajar SMA di seluruh Indonesia untuk melanjutkan pendidikan S1 di Universitas di Malaysia.

Program beasiswa ini sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan guna mendukung pengembangan dunia pendidikan di Indonesia serta untuk memperoleh karyawan yang handal dan berkualitas di bidangnya.

Program beasiswa dibuka mulai tanggal 9 April 2011 yang dipublikasikan melalui media and CIMB Niaga website www.cimbniaga.com dan akan ditutup pada tanggal 14 Mei 2011.

Beasiswa ini diberikan kepada Warga Negara Indonesia (WNI), pelajar SMA dan/atau sederajat di seluruh Indonesia yang baru saja menyelesaikan studinya (fresh graduate tahun 2011), memiliki nilai akademis yang memuaskan (lulus Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Negara dengan total nilai rata-rata min 8.00), tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan tidak sedang terikat dengan Program Beasiswa lainnya.

Persyaratannya adalah mengisi Formulir Pendaftaran secara on line e-registration dengan melampirkan data sebagai berikut (data di up load) sbb:
  1. Hasil Ujian Nasional (UN) min 8.00 (bila belum memiliki hasil UN bisa mengirimkan Rapor 3 semester terakhir).
  2. Hasil prestasi kegiatan akademis dan non akademis (Sertifikat)
  3. Kartu Identitas (Paspor dan KTP / SIM / Kartu Pelajar)
  4. Kartu Keluarga
  5. Akte Kelahiran
  6. Surat Keterangan dari Sekolah mengenai : Keterangan kelakuan baik, prestasi dan status ekonomi siswa, dll.
  7. Photo (Berwarna ukuran 3x4)
Program studi yang ditawarkan meliputi:

Faculty of Business and Accounting:
o Accounting
o Business Administration

Faculty of Economics:
o Economics

Faculty of Engineering :
o Civil Engineering
o Mechanical
o Electrical
o Telecommunication

Faculty of Computer Science and Information Technology:
o Computer science - Computer networking and system
o Computer science - Management Information System
o Information Technology - Management

Faculty of Science:
o Mathematics, Statistic, Industrial & Computational Mathematics

Program beasiswa ini merupakan full scholarship yang diberikan meliputi:
  1. Biaya pendaftaran kuliah dan Biaya Pendidikan
  2. Asuransi Kesehatan
  3. Dormitory
  4. Biaya hidup
  5. Tunjangan Buku dan Internet
  6. Transportasi (tiket pesawat) 1x (kepulangan setiap akhir kenaikan tingkat)
  7. Laptop dan Printer
  8. Biaya penelitian (penulisan skripsi)
  9. Biaya selama Proses Seleksi dan Legal Document (Visa dan Passport)
Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi :
Corporate Affairs PT Bank CIMB Niaga Tbk
Telp. : (021) 250-5151
Fax   : (021) 252-6749
PIC   : - Luh Nindityawati (Juty) di ext. 34010
           - Tupon Setiawan di ext 34009
Email : juty@cimbniaga.co.id / tupon.setiawan@cimbniaga.co.id

Beasiswa : Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)

Written By Santri Undertracker on Sabtu, 16 April 2011 | 03.53

KEMENTERIAN  AGAMA RI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4,
Telepon : 3811642, 3811654, 3812216, 3812679, 3811214
J  A  K  A  R  T  A


Nomor     :  DT.I.III/PP.04/460/2011                                                                Jakarta, 31 Maret 2011
Lampiran : 1 (satu) Bundel
Perihal    : Pengumuman Seleksi Calon Peserta PBSB

Kepada Yth.
Kepala Kanwil Kementeriaan Agama Propinsi
c.q. Kepala Bidang Pekapontren/TOS
di - Seluruh Indonesia

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Diberitahukan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI akan menyelenggarakan: “Seleksi Calon Peserta Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Tahun 2011”. Sehubungan dengan itu disampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Dalam rangka meningkatkan akses pendidikan tinggi dan kualitas pendidikan Islam bagi santri berprestasi, Kementerian Agama RI, bermaksud menjaring santri terbaik di kelas III pada Madrasah Aliyah (MA), SMA, SMK, Diniyah Ulya (Mu’adalah), dan Pendidikan Kesetaraan Paket C yang diselenggarakan oleh pondok pesantren untuk mengikuti program pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).

    2. Pendaftaran seleksi akan dimulai pada tanggal 1 s/d 23 April 2011 di Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi se-Indonesia.

    3. Tes seleksi akan dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2011 di 33 Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi.

    4. Dimohon kepada Saudara untuk menginformasikan kepada pimpinan pondok pesantren yang ada di wilayah saudara.

    5. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Seleksi PBSB Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam  Kementerian Agama RI. dengan nomor telepon 021-3811810 atau melalui website http://www.pondokpesantren.net atau www.ditpdpontren.com.

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

A.n. Direktur Jenderal,
Direktur Pendidikan Diniyah
Dan Pondok Pesantren

ttd

Choirul Fuad Yusuf
NIP. 195712131985031002

Tembusan Yth.
Bapak Dirjen Pendidikan Islam, Jakarta

NB. Keterangan Lebih Lanjut Silahkan Download;
1. Pengumuman Seleksi PBSB 2011
2. Panduan Seleksi PBSB 2011
3. Formulir Pendaftaran
4. Daftar Pilihan Studi
5. Tata Tertib Test Seleksi
6. Probabilitas Seleksi
7. Kartu Tanda Peserta
8. Contoh Surat Pengajuan Pesantren
9. Surat Pernyataan Peserta PBSB

sumber :  pondokpesantren
 
Copyright © 2011. Santri Undertracker - All Rights Reserved
Powered by Blogger | Ahma Indraki